image-logo
Sekarang udah umum yang namanya *"Personal Branding"* atau mem-branding diri sendiri. bisa dikatakan kita *memasarkan* diri sendiri, tapi beda ya branding dan menjual diri.
post
/post/personal-branding/
Personal Branding

Personal Branding

Waktu Membaca: 2 Menit

Sekarang udah umum yang namanya "Personal Branding" atau mem-branding diri sendiri. bisa dikatakan kita memasarkan diri sendiri, tapi beda ya branding dan menjual diri.

Apa yang biasanya dipasarkan orang untuk mem-brand dirinya? latar dan gelar ,Umumnya begitu -walau tak semua-. Memang pada dasarnya orang lain akan melihat latar atau gelar seseorang sebelum seseorang berbicara.

Misal, ketika Saya menyebut "prof. DR. Fulan, M.Si.", yang bisa jadi terlintas di kepala adalah, "wah profesor. Orang pinter nih", kemudian Saya bilang dia lulusan univ. Beken, komentarnya bertambah, "keren, lulusan universitas beken bro!".

Tidak ada yang salah dengan latar seseorang. Sah-sah saja jika melihat seseorang berdasar "kulit"-nya. Latar yang baik mencerminkan kesan pertama positif, bukankah begitu?

Itu semua tidaklah mengapa selama bukan menjadi poin utama dalam menilai seseorang.

Lalu apa yang menjadi poin utama dalam menilai seseorang?

Sikap? Bukan. Kepribadian? Bukan. Cara berbicara? Bukan juga.

Poin terpenting dalam menilai seseorang adalah apa yang ia sampaikan. Lihatlah apa yang Ia sampaikan. Apakah kebenaran atau bukan? Jika benar, apakah bermanfaat?

Kebenaran tidak bergantung pada gelar atau latar seseorang. Sesuatu yang salah tetaplah salah walau yang menyampaikan adalah profesor. Sesuatu yang benar akan selalu benar walau yang menyampaikan seorang budak. Tapi tetap, hargai setiap manusia sesuai dengan kadarnya masing-masing.

Semua faktor tersebut tentu merupakan hal penting dalam membangun personal brand, tetapi pastikan "isi" yang kita siapkan tidak kalah dengan "kulit" yang kita paparkan.


Edit 2025: Semakin ke sini makin merenungi, kalau misal melihat perkataan saja tidak cukup. Terkadang mudah sekali lisan berbicara indah, tetapi tindakan dan amal tidak mencerminkan apa yang dikatakan. Niat bisa tulus, lisan bisa berkata indah, tetapi tindakan menjadi pembuktian utama atas kualitas diri seseorang. Jadi kurasa, amal dan tindakan jauh lebih penting daripada hanya melihat lisan saja.

Penulis: Zira Fariza

Blog ini tempat aku menuangkan isi pikiran yang bermacam-macam, mulai dari agama, hidup, atau curhatan kegiatan sehari-harinya. Kenal Lebih Dalam