Foto dari Qingbao Meng (Unsplash)
Allah melihat keimanan dalam menilai seseorang, bukan harta dan tahtanya. Amal pun juga sama; tidak dilihat dari kuantitas seperti checklist saja, tetapi juga dari niat yang kita amalkan dan kerjakan. Makanya kan, ada hadist soal 3 orang pertama yang dihisab; 3 orang yang dari luar seperti sangat religius, tetapi ternyata hatinya dipenuhi riya' dan malah masuk neraka.
Arti utama islam adalah berserah diri, dan inti utamanya adalah tauhid. Tujuan utama islam adalah untuk tunduk kepada perintah Allah; mengerjakan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang.
Yang disayangkan dari pendidikan Islam zaman sekarang, adalah sedikitnya perhatian pada tauhid ini, dan lebih fokus pada luaran; hijab, hukum, fiqih, amal, dan lainnya. Banyak yang mengesampingkan soal tauhid dan akidah ini karena dikira sangat sederhana, dan berlama-lama di sini seolah membuang-buang waktu. Padahal Rasulullah saja mendakwahkan tauhid selama 13 tahun.
Dan yang paling kusayangi, adalah sedikitnya dorongan dan anjuran untuk mempelajari al-qur'an, yang merupakan kalamullah. Al-qur'an malah diajarkan untuk dibaca sebagai rutinitas, padahal Ia diturunkan sebagai petunjuk dan pelajaran. Padahal mempelajari Qur'an menambah keimanan lebih banyak jika dibandingkan hanya sekedar baca berulang-ulang tanpa paham saja.
Islam bukan sekedar checklist banyak-banyakan amal, tetapi dalamnya terombang-ambing. Value dari islam tidak bisa dilihat dengan luaran saja. Dan ini yang mungkin tidak banyak orang yang bisa lihat, karena banyak yang hanya fokus di luaran saja, tetapi lupa esensi dalamnya. Ditambah dengan zaman sekarang yang mementingkan luaran dan hasil, membuat islam yang mementingkan segala aspek -luar, dalam, proses, hasil, terlihat asing.
Makanya sekarang ditemukan, orang-orang yang mengikuti islam tetapi bukan dari hatinya; lebih karena terpaksa, ikut aturan, atau tekanan sosial, atau karena islam menguntungkan pribadinya. Seperti mukmin yang diuji keimanannya, orang-orang yang terpaksa pun akan diuji oleh Allah atas keimanan mereka.
Yang terpaksa, diuji saat ia diberi kebebasan,
Yang karena tekanan sosial atau lingkungan, akan diuji saat Ia seorang diri,
Yang ikut islam karena menguntungkan dirinya, akan diuji dengan hukum yang bertentangan dengan kesenangan dan hawa nafsu pribadinya.
Jika Imannya tidak kuat, mereka akan dengan mudah mengorbankan islam demi menuruti keinginan pribadinya. Sebegitu murah harga islam dalam diri orang-orang seperti itu.
Semoga hati kita dibalikkan ke arah agama-Nya, agama islam yang lurus.