image-logo
Dalam Tadkiratus Sami’, Ibnu Jama'ah mengatakan, “Ilmu itu ada tiga tingkatan. Siapa yang masih berada di tingkat pertama, maka dia akan menyombongkan dirinya. Siapa yang berada di tingkat kedua, maka dia akan rendah hati. Dan siapa yang berada di tingkat ketiga, maka dia akan menyadari bahwa sebenarnya dirinya belum mengetahui apa-apa.”
post
/post/ilmu-sebelum-menyampaikan/
Pentingnya Paham Dahulu sebelum Menyampaikan ke Orang Lain

Pentingnya Paham Dahulu sebelum Menyampaikan ke Orang Lain

Waktu Membaca: 3 Menit
hero-image-ilmu-sebelum-menyampaikan

Foto dari v2osk (Unsplash)

Dalam Tadkiratus Sami’, Ibnu Jama'ah mengatakan,

العلم ثلاثة أشبار، من دخل في الشبر الأول تكبر، ومن دخل في الشبر الثاني تواضع، ومن دخل في الشبر الثالث علم أنه لايعلم. “Ilmu itu ada tiga tingkatan. Siapa yang masih berada di tingkat pertama, maka dia akan menyombongkan dirinya. Siapa yang berada di tingkat kedua, maka dia akan rendah hati. Dan siapa yang berada di tingkat ketiga, maka dia akan menyadari bahwa sebenarnya dirinya belum mengetahui apa-apa.”

Ilmu itu sangat luas cakupannya; kalau kita cukup hanya belajar sedikit saja, lalu merasa seperti sudah tahu segala hal, itu hanya akan menunjukkan kebodohan kita... dan menyebar lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya. Ini pentingnya ilmu sebelum amal.

Makin banyak kita belajar, makin sadar diri kita pentingnya berhati-hati atas perkataan dan perbuatan, karena beratnya ilmu yang akan disampaikan.

Bahkan kalaupun kita tahu akan suatu ilmu, tidak bisa kita sembarang menyampaikan langsung. Memikirkan bagaimana harus menyampaikannya? juga sama pentingnya. Karena tingkat penerimaan tiap orang itu berbeda-beda; tidak bisa kita serta merta menyalahkan dan memarahi orang yang akarnya memang tidak berdasar ke kebenaran. Ada adabnya, seperti menasihati seseorang saat sendirian. Makanya itu, beberapa ulama ada yang memasukkan adab sebelum ilmu, karena sedihnya, banyak sekarang ini orang yang berilmu tetapi lupa memperbagus adab dan etikanya.

bahkan dalam perdebatan pun, salah satu sunnah yang Rasulullah sampaikan adalah meninggalkan debat walau kita benar. Di dalam sini pun ada hikmahnya. Ketika debat, kita suka lupa diri dan naik pitam karena ingin menang. Yang ada, kita tidak memperhatikan adab demi bisa menang, atau bahkan menyampaikan argumentasi yang tidak akurat hanya agar menang. Sayangnya, banyak debat yang tidak bermanfaat karena akhirnya jadi debat kusir.

Diskusi dan argumentasi yang sehat tentu masih diperbolehkan, untuk mendapatkan jawaban yang benar. Poin utamanya adalah -sekali lagi, tujuan dan niat kita: apakah kita ingin mencari dan menyampaikan kebenaran, ataukah menang dan disanjung? Hati ini sangat halus, dan jika tidak hati-hati, niat kita bisa berubah di tengah-tengah menuju ke arah yang lebih jelek.

Seandainya kita ingat, kalau bahkan Rasulullah pun hanya diperintahkan Allah untuk menyampaikan; bukan membuat orang-orang menerima kebenaran dan berubah. karena sejatinya, yang bisa mengubah hati seseorang hanyalah Allah.

Dan karena itu; termasuk luasnya ilmu yang ada ini, merupakan hal terpuji ketika kita sadar kalau kita tidak tahu dan jujur akan hal tersebut, bukan dengan mengelak dan berbicara seolah kita paham -padahal aslinya tidak. Para ulama pun banyak yang mengatakan tidak tahu kalau memang tidak tahu jawabannya.

Tapi kalau terlalu lama menuntun ilmu dan menunggu sempurna, kapan kita mulai beramal dan menasihati? Tetap sampaikan, dengan tetap meluruskan niat dan memperbaiki diri . Ini salah satu jebakan setan, dengan menghalangi manusia beramal, menasihati, dan berdakwah dengan dalih menunggu sempurna dulu. Tidak ada manusia yang sempurna.

Sampaikan dengan cara yang baik, dan jadikan hal tersebut sebagai reminder untuk diri kita sendiri, agar kita juga melaksanakan apa yang kita sampaikan.

Seperti kata Imam Nawawi, kalau menunggu sempurna, tidak akan ada Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar.

Semoga kita bisa lebih bijak dalam berilmu dan berkata.

Penulis: Zira Fariza

Blog ini tempat aku menuangkan isi pikiran yang bermacam-macam, mulai dari agama, hidup, atau curhatan kegiatan sehari-harinya. Kenal Lebih Dalam