image-logo
Renungan tentang keterpanaan diriku melihat bahwa tiap orang memiliki hidupnya masing-masing, dan kemahakuasaan Allah yang sudah mengatur ini semua.
post
/post/orang-dan-dunia/
Orang dan Dunia

Orang dan Dunia

Waktu Membaca: 2 Menit

Travelling itu menarik. Kita bisa melihat banyak hal baru yang sebelumnya tak pernah terlintas di negara kita sendiri; wajah-wajah baru, bahasa, makanan, budaya, kebiasaan, dan lainnya.

Yang menyamakan hanya satu: Manusia. Walau luarnya berbeda, kita semua tetap manusia di dalamnya.

Dan memikirkan itu, aku merasa terpana dan takjub akan variasi manusia dan kebiasaannya, serta bagaimana Allah mengatur itu semua: Rezeki mereka, kehidupannya, dengan caranya yang bervariasi.

Tapi di satu sisi, sedih juga. Dari banyaknya orang-orang tersebut, tidak semua tahu islam. Walau di Indonesia bisa dikatakan aku bagian dari mayoritas masyarakat berpenduduk muslim, tapi melihat lebih luas, Islam minoritas di bumi ini.

Dan ini -sebagai orang yang menjadikan agama sebagai landasan hidupnya, adalah hal yang menyedihkan. Aku cuma mikir, gimana nasib mereka nanti setelah meninggal?

Dan ini menyadarkanku bahwa betapa Maha Besarnya Allah, dan betapa kecilnya akau sebagai manusia. Betapa lemahnya hati dan jiwa ini.

Allah memiliki hikmah terhadap seluruh hal ini, dan sudah mengatur takdir seluruh manusia bahkan sebelum bumi diciptakan. Tinta sudah mengering. Aku manusia kecil dan rendah tentu tak bisa membayangkan dan memikirkan semuanya, memikirkan seluruh manusia.

Aku bukan penyelamat; Allah-lah penyelamat dan Tuhan semesta alam.

Hatiku sungguh lemah, mudah terpukau kebaikan, dan memikirkan soal gimana nasib mereka pas meninggal nanti. Dengan kondisi sekarang? Bawaannya sedih dan takut, seperti saat melihat kebaikan , menerima kebaikan...

Yang bisa kulakukan, karena kelemahan hatiku, hanya berdo'a, semoga mereka diberi petunjuk dan hidayah.

Yang bisa kulakukan, sebagai manusia yang rendah, henya berusaha membantu langsung dan fokus ke diriku. Orang-orang yang aku sayangi, dan yang ada di sekitarku.

Sebesar apapun batinku berteriak ingin menolong dan membantu, aku sadar keterbatasanku sendiri, hanya lirih mohon dan harap yang bisa aku lakukan.

Berdo'a, semoga aku dan orang-orang yang aku sayangi mendapat kebaikan dunia dan akhirat, dan dijaga dari api neraka.

Penulis: Zira Fariza

Blog ini tempat aku menuangkan isi pikiran yang bermacam-macam, mulai dari agama, hidup, atau curhatan kegiatan sehari-harinya. Kenal Lebih Dalam