Hidup tidaklah sekaku itu hingga segala hal harus dikontrol secara detail. Namun, hidup juga tidak sebebas itu dengan segala kebebasan diperbolehkan. Hidup haruslah seimbang.
Seperti islam yang diturunkan sebagai pedoman hidup dan penyeimbang, namun tidak mengekang dan bertujuan untuk memudahkan manusia.
Terkadang, kita hanya fokus di satu sisi saja; yakni terlalu ketat atau terlalu longgar, tidak seimbang atau mencari tengah-tengah. Ketika melihat hukum dan aturan, bukannya mencoba menuruti dan memahami hikmah di dalamnya, kita malah mengeluh itu mengekang. Pun ketika melihat sesuatu yang terlalu bebas dan tidak terstruktur, bukannya melihat sebagai kelonggaran dan berkah akan kebebasan tersebut (selama masih dalam aturan yang diperbolehkan), kita malah mengecam itu tidak boleh dan bersikap kaku.
Pentingnya belajar dan memahami agar seimbang dalam segala hal, dan pentingnya untuk mencoba adil dan melihat dalam kacamata syukur dan hikmah akan segala hal.
Seperti melihat anak kecil yang bermain di tengah kesibukan kita; Anak kecil memang fitrahnya suka bermain, dan belum paham soal aturan atau mengganggu. Ia hanya ingin kesenangan. Daripada melihat ini sebagai gangguan dan beban karena kita diganggu, bagaimana kalau kita nikmati kebahagiaan yang dirasakan anak kecil tersebut? Mungkin kebahagiaannya akan tertular juga di kita.
Semoga kita bisa lebih bersyukur dan adil dalam menghadapi kehidupan ini.